Kamis, 12 Februari 2009

Renungan Hati



Masih dalam sebuah renungan, tersudut dalam kesendirian, dan hanya berteman dengan kesepian. Hanya suara angin yang bertiup menyentuh dinding dengan hampa. Hilang segala asa ku, ketika dunia mulai menjauh. Semua terasa dingin dan gelap, semua sunyi dan sepi. Yang terdengar hanyalah nyanyian malaikat yang menemani dalam kesepian ini.


Teruslah berteriak, hingga semua mendengar jerit tangis mu. Tetaplah berteriak hingga mampu memecahkan kesunyian ini. Lepaskan segala tenaga yang ada agar kau mampu terbang dan bebas melayang jauh dalam tingginya angkasa.


Lupakan sedikit emosi dan lelah setelah engkau berlari mengejar sang surya untuk tak terbenam lagi.


Memandang dalam gelapnya sudut dijiwa, menatap tingginya keangkuhan hati, hanya membuat air mata ini keluar tanpa tersadar, meronta dalam penyesalan takan dapat mengembalikan semua yang telah pergi. Biarkan semua berlalu dengan berputarnya sang waktu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar